Wakatobi, Jantung Keindahan Coral Triangle

Wakatobi 1BAGI Anda yang mencari surga lautan, Wakatobi adalah tempatnya. Panorama kehidupan bawah laut Wakatobi sangat indah. Itulah sebabnya mengapa banyak penyelam dari seluruh dunia menyebut Wakatobi sebagai jantungnya Coral Triangle (segitiga terumbu karang). Panorama permukaannya juga mempesona. Lokasi Obyek Nama resminya adalah Taman Laut Nasional Wakatobi. Ini adalah kabupaten kepulauan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah ini terletak sekitar 500 kilometer sebelah tenggara Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, atau sekitar 700 kilometer sebelah timur Kota Makassar. Wakatobi2Wakatobi3Wakatobi4Gambaran Umum Wakatobi adalah keindahan tak tertandingi. Baik yang ada di permukaan maupun di bawah laut. Kepulauan Wakatobi memiliki 25 kelompok terumbu karang yang sehat dan indah. Tersebar di sepanjang daerah tersebut. Terdapat 590 jenis ikan yang berkembang biak di sana. Begitu para wisatawan menyelam, terumbu karang yang lebat dan luas yang segera dapat dilihat. Ditingkahi ikan berwarna-warni, pemandangan ini sungguh menakjubkan. Bahkan, dasar laut dapat dilihat meskipun Anda tidak menyelam karena air laut begitu jernih. Umumnya, wisatawan yang datang ke Wakatobi melakukan beberapa kegiatan seperti menyelam, snorkeling, berenang, berkemah, dan wisata budaya. Saat ini, terdapat 29 tempat menyelam yang ditawarkan bagi wisatawan di sekitar Pulau Kaledupa, Pulau Binongko, dan Pulau Tomia. Tetapi banyak penyelam mengatakan, yang paling spektakuler adalah situs penyelaman Mari Mabuk. Situs ini terletak di Pulau Tomia. Memiliki banyak jenis terumbu karang indah dengan topografi bawah laut berbentuk lereng, datar, drop-off, atol, dan gua bawah laut. Soal kekayaan biota laut, jangan diragukan. Wakatobi  identik dengan dasar laut yang indah. Tetapi daerah yang disebut Kepulauan Tukang Besi itu juga menawarkan permukaan alam yang eksotis dan budaya yang menarik. Pantai yang indah, pesta- pesta tradisional, lokasi berkemah, ada juga peninggalan sejarah. Taman Laut Nasional Wakatobi adalah taman laut terbesar kedua di Indonesia setelah Taman Laut Nasional Teluk Cenderawasih di Provinsi Papua. Menurut peta konservasi terumbu karang, Wakatobi terletak di daerah yang disebut Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang), yang mencakup Papua Nugini, Filipina, dan Indonesia. Kabupaten ini memiliki 37 pulau. Hanya enam yang dihuni manusia dan hanya 11 pulau yang memiliki nama. Sisanya, 31 pulau masih belum bernama dan belum dikelola. Di antara enam pulau yang berpenghuni, empat adalah pulau utama, yaitu Pulau Wangiwangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko. Wakatobi adalah akronim nama empat pulau tersebut. Wisata Alam dan Budaya Wakatobi tidak hanya indah di dasar laut, tetapi juga cantik di permukaan. Kondisi lingkungan di sana masih bersih. Sungai-sungai yang jernih mengalir di beberapa pulau. Perahu mengapung seolah-olah melayang di atas air karena begitu jernihnya. Penduduk asli Wakatobi adalah Suku Bajo. Menurut catatan penjelajah Eropa, manusia Bajo adalah orang-orang yang mampu menjelajahi Kepulauan Merqui, Johor, Singapura, Sulawesi, dan Kepulauan Sulu. Untuk melakukan itu, mereka hanya menggunakan perahu. Di Asia Tenggara hanya Suku Bajo yang masih mempertahankan tradisi berperahu. Lihatlah aktivitas mereka sehari-hari yang menarik dan unik, terutama ketika mereka menyelam ke dasar laut tanpa peralatan untuk menombak ikan. Wakatobi memiliki beberapa daya tarik di permukaan. Pulau Wangiwangi memiliki beberapa mata air yang muncul di tengah-tengah bukit kapur, benteng, dan juga mesjid tua sebagai warisan Kerajaan Buton. Sedangkan di Pulau Tomia dan Kalidupa dan ada pemandangan pantai yang sangat indah dan tarian tradisional. Ujung Wakatobi, yaitu Pulau Binongko, yang dikenal sebagai Pulau Tukang Besi (Blacksmith Island), memang dihuni oleh para pandai besi. Mereka bekerja membuat berbagai alat rumah tangga dan dijual ke Makassar. Adalah menarik menyaksikan mereka menempa besi panas. Di Pulau Binongko, penenun tradisional masih memberi pesona wisata. Perempuan di pulau ini sangat rajin menenun. Anda dapat membeli karya-karya mereka secara langsung dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 1 juta. Musim Kunjungan Terbaik April hingga Juni dan Oktober sampai Desember. Di luar rentang waktu itu, gelombang di Wakatobi cukup tinggi. Wakatobi FlightCara Menuju Wakatobi Pada 3 Maret 2009, pesawat Fokker 27 milik Merpati Nusantara Airlines mendarat di landasan pacu Bandara Matohara sepanjang 1.700 meter. Bandara ini terletak di Wanci, Pulau Wangiwangi. Inilah untuk pertama kalinya bandara tersebut dioperasikan. Wakatobi sekarang terbuka untuk akses melalui udara. Sebelum bandara ini terbangun, sebuah perusahaan wisata juga telah membangun bandara di Pulau Tomia khusus untuk wisatawan yang berangkat dari Bali. Sekarang, tanpa melalui Bali, Wakatobi dapat dijangkau dari Makassar dan Kendari. Ada beberapa rute. Dari Makassar, Anda dapat mengambil penerbangan ke Kendari atau Baubau. Jika melalui Baubau, perjalanan dilanjutkan ke Lasalimu dengan mobil selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan kapal cepat ke Kota Wanci di Pulau Wangiwangi selama satu jam. Wanci merupakan pintu gerbang ke Taman Laut Nasional Wakatobi. Jika melalui Kendari, perjalanan dilanjutkan dengan perahu biasa ke Wanci di Wangiwangi yang berangkat setiap hari pukul 10.00. Perjalanan memakan waktu antara 10 sampai 12 jam. Dari Wangiwangi, Anda dapat mencapai Wakatobi dengan kapal reguler atau sewa.